yok pakai masker

10 Juni 2026

UPT . PUSKESMAS BULANG

Melayani dengan Sepenuh Hati

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD): KENALI, CEGAH, DAN LINDUNGI KELUARGA

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia, terutama saat musim hujan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami cara penularan, gejala, serta langkah-langkah pencegahan DBD agar dapat melindungi diri dan keluarga.

DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi virus Dengue. Proses penularan dimulai ketika nyamuk menggigit seseorang yang sedang sakit DBD. Virus kemudian berkembang di dalam tubuh nyamuk dan dapat ditularkan kepada orang lain melalui gigitan berikutnya. Penting untuk diketahui bahwa DBD tidak menular secara langsung dari orang ke orang, melainkan melalui perantara nyamuk.

Gejala awal DBD yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah, serta munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Jika gejala tersebut muncul, masyarakat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Nyamuk Aedes aegypti memiliki ciri khas berwarna hitam dengan belang putih pada tubuh dan kakinya. Nyamuk ini aktif menggigit pada pagi dan sore hari. Tempat berkembang biaknya biasanya berada pada genangan air bersih seperti bak mandi, ember, pot bunga, talang air, dan berbagai wadah yang dapat menampung air. Selain itu, nyamuk ini sering ditemukan berada di dalam rumah.

Masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya DBD. Segera datang ke Puskesmas atau rumah sakit apabila penderita mengalami demam tinggi lebih dari dua hari, muntah terus-menerus, mimisan atau gusi berdarah, nyeri perut hebat, serta kondisi tubuh yang semakin lemas dan sulit makan atau minum. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Upaya pencegahan DBD yang paling efektif adalah dengan menerapkan gerakan 3M Plus. Gerakan 3M meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Sementara itu, langkah Plus meliputi menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan lotion atau obat anti nyamuk, memakai kelambu saat tidur, serta menjaga kebersihan lingkungan secara rutin setiap minggu.

Pencegahan DBD merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, risiko penularan DBD dapat ditekan. Mari kita mulai dari rumah sendiri, menjadi keluarga yang peduli terhadap kesehatan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta bebas dari DBD.

“Cegah DBD Dimulai dari Rumah Kita. Kenali Gejalanya, Berantas Sarang Nyamuknya, dan Lindungi Keluarga Tercinta.”

Puskesmas Bulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *